Liburan semester 4 kemarin Zahra manfaatkan untuk belajar
bahasa Inggris ke Kampung Bahasa, Pare. Kampung Bahasa? Mungkin tempat tersebut
masih asing didengar oleh telinga kalian. Bagaimana dengan Kampung Inggris? Saya
yakin, kalian sudah pernah dengar atau bahkan mengunjunginya.
Sekilas
tentang Kampung Bahasa atau lebih dikenal Kampung Inggris. Sebenarnya keduanya
terletak pada desa yang sama, yaitu Tulungrejo, Pare, Jawa Timur. Hanya saja
saya jauh lebih setuju menyebutnya dengan Kampung Bahasa. Kenapa? Karena ketika
saya berkunjung ke sana, ternyata ada beberapa lembaga kursus selain Bahasa
Inggris, seperti Bahasa Arab, Bahasa Jepang, Bahasa Korea, dsb. Hanya memang
tidak sebanyak lembaga kursus Bahasa Inggris. Tiap tahunnya kampung ini
didatangi murid-murid dari berbagai kota di Indonesia, apalagi jika sudah
memasuki musim liburan, jumlah murid yang datang bisa dua kali lipat. Mereka
yang berkunjung sudah pasti memiliki tujuan memperdalam kemampuan bahasa
asingnya, notabene memilih memperdalam bahasa Inggris. Hampir semua lembaga
kursus di kampung ini membuka kelas pada tanggal 10 dan 25 tiap bulannya,
dengan durasi belajar beragam, ada yang 2 minggu, sebulan, atau bahkan 6 bulan
(seperti BEC). Warga di sini mayoritas menggunakan bahasa Jawa, hanya lembaga
kursus, murid-murid, camp lembaga kursus, dan beberapa rumah makan yang menerapkan
English Area.
Zahra
dan 4 teman Zahra yang lain, Lia, farhan, Ani, dan Uchi, berkunjung ke Pare
pada musim liburan, kami memilih belajar pada periode 25 Juni dengan durasi
belajar selama sebulan. Ini adalah rencana kami dari awal semsester 4.
Awal
mulanya kami mencari informasi tentang Kampung Bahasa dari internet. Di website
www.kampung-inggris.com
tersaji lengkap semua informasi, mulai dari info lembaga kursus yang sudah terakreditasi
dan biayanya, tempat tinggal, tentang situasi di sana, hingga melayani daftar
online. Daftar online ini mempermudah kita-kita yang jauh untuk mendaftar
jauh-jauh hari tanpa harus ke Pare terlebih dahulu.
Setalah
diskusi yang lumayan lama, akhirnya kami mendaftar secara online dan memilih
lembaga kursus Marvelous sebagai tempat kami belajar selama sebulan di sana.
Sekilas tentang Marvelous, Marvelous adalah salah satu lembaga kursus bahasa
Inggris yang sangat terkenal dengan American style nya. Marvelous ini fokus
pada speaking. Terbagi menjadi 3 step. Step 1 berdurasi sebulan, selama sebulan
kita akan diberikan materi dasar berupa grammar untuk speaking, kita akan
berlatih bicara di depan umum di kelas speaking, kita akan diberikan beberapa
vocab, expression, dan idiom, serta gaya bahasa Inggris kita akan dipermak
supaya benar di kelas Pronounciation. Pada step ini kita masih netral dan belum
dibimbing 100 % ke American style. Jika kita lulus, kita bisa melanjutkan study
ke step 2 dan step 3 ( maestro) dan pastinya sudah dibimbing 100 % menguasai
bahasa Inggris dengan American style. Marvelous memiliki banyak camp, pria dan
wanita, dan semuanya English Area. Jika kita berbicara menggunakan bahasa lain
selain bahasa Inggris dan bahasa isyarat, kita akan mendapatkan hukuman berupa
hapalan beberapa vocab dan harus diuji oleh3 tutor yang berbeda. Namun, jika
sudah 3 kali mendapatkan hukuman, kita akan di DO dari kelas dan camp. Artinya
dipulangkan secara tidak hormat ! Untuk biaya Zahra mengeluarkan uang sebesar
Rp.600.000 (biaya kursus dan biaya camp).
Kembali
ke cerita...
Setelah
urusan daftar online kelar, kami mengurus transportasi menuju ke Pare. Ada
berbagai pilihan transportasi, Bus AC yang berhenti tepat di terminal Kediri,
Kereta Api dengan semua kelas yang berhenti di stasiun Kediri atau Jombang,
atau pesawat terbang yang mendarat di Bandara Juanda Surabaya. Karena kami
berlima dan kantong mahasiswa, kami memilih kereta api kelas Ekonomi untuk menuju
ke sana. Seminggu sebelum tanggal pemberangkatan, Ani dan Farhan pergi ke
stasiun Kiara Condong untuk memesan tiket. Sayang sekali... kami kehabisan
tiket tujuan stasiun Kediri pemberangkatan tanggal 23/24 Juli. Alternatif lain
kami memesan tiket Kereta Api Pasundan tujuan Surabaya, namun kami akan
berhenti di stasiun Jombang. Karena beberapa hal, kami terbagi 2 rombongan pemberangkatan.
Ani, Uchi, dan ditemani Dan berangkat pada tanggal 23 Juli 2012, Zahra Lia dan
Farhan berangkat tanggal 24 Juli 2012.
Singkat
cerita tanggal 24 Juli pun tiba. Selepas shalat subuh, Zahra, Farhan, Lia
berangkat ke stasiun Kiara Condong diantar pamannya Farhan. Sehari sebelumnya
Ani dan uchi sudah berangkat terlebih dahulu. Tepat pukul 06.10 WIB kereta
berangkat dari Bandung dan sekitar pukul 22.00 kereta tiba di stasiun Jombang.
Ya, 16 jam perjalan duduk manis, bertemu dengan para penjual makanan dan
benda-benda unik, dari pagi hingga petang. Namun, perjalanan kami belum
selesai, kami harus melanjutkan perjalanan ke Pare Kediri. Jika hari masih
terang atau maksimal jam 8 malam, ada bus Puspa Indah dan Harapan Jaya yang
dapat mengantar kita tepat sampai perempatan desa tulung rejo, lalu ada tukang
becak yang siap mengantar hingga ke lembaga kursus yang kita tuju. Jika sudah malam,
satu-satunya transportasi yang siap mengantar ke kampung bahasa hanyalah becak
motor. Stasiun Jombang-Kampung Bahasa dapat ditempuh 1 jam. Subhanallah..
perjalanan pada malam itu tidak bisa Zahra lupakan, suasana desanya tenang,
hanya beberapa mobil dan motor yang lewat, masih ada sawah di kanan kiri, dan
yang pasti dinginnya angin malam yang sangat menusuk tulang.
Becak
motor itu mengantar kami ke office Marvelous. Beruntung, malam itu masih ada
tutor yang lembur di sana. Karena sudah larut malam, kami diantar oleh tutor
tersebut ke camp sementara. Saking lelahnya, Zahra dan Lia langsung tidur
nyenyak.
Esoknya,
pagi-pagi sekali kami kembali ke office mengurusi administrasi serta pembagian
camp dan kelas. Farhan mendapatkan camp 16, serta Zahra dan Lia mendapatkan
camp 9. Subhanallah ternyata Zahra dan Lia satu camp dengan Ani dan Uchi. Dan
kami berlima ditakdirkan untuk satu kelas di kelas A. Hahaha. :D
Untuk
fasilitas camp, awal mulanya Zahra, dan teman-teman camp yang lain keberatan.
Malah sempat berpikir untuk pindah ke kostan biasa. Namun, seiring berjalannya
waktu alhamdulillah fasilitas di camp 9 diperbaiki dan ditambah, dan kami masih
bertahan dengan kesederhanaan yang benar-benar sederhana selama sebulan. Camp 9
memiliki jadwal piket dan jadwal mandi. Kita hanya mandi sekali sehari :D.. dan
di camp kami dilarang berbicara menggunkan Bahasa Indonesia, kecuali sedang
menelepon/menerima telepon seseorang. Miss.Rose, tutor Camp 9 akan mengawasi
kami.
Zahra
tercatat sebagai salah satu murid kelas A. Sekilas tentang Marvelous kelas A.
Kami dari berbagai daerah, berbagai suku, berbeda usia, dan berbeda watak.
Namun di sini lah Zahra menemukan keluarga baru, keluarga kecil yang dengan
durasi pertemuan yang singkat namun menorehkan kenangan yang yang tidak
terlupakan.
Kegiatan
Zahra selama bulan tentu banyak sekali. Yang utama jelas belajar dari selepas
subuh-jam 10 malam. Kegiatan belajar, untuk kelas A semuanya dilakukan di camp
16. Hari Sabtu dan Ahad libur, dan Zahra selalu manfaatkan untuk refreshing bersama
teman-teman kelas dan camp.
Detail
kegiatannya, Zahra uraikan berikut ini :
ü Subuh
: Shalat subuh berjamaah
ü 05.
30 – 07.00 : Morning Brainwash. Teacher nya Miss. Aryanti. Di kelas ini kita
akan diberikan beberapa idiom, dan materi dasar mengenai word connection, American T, dll.
ü 07.00
– 08.30 : Grammar for speaking. Teachernya Miss. Rose. Di kelas ini kita akan
diberikan materi dan trik trik memahami grammar dengan mudah.
ü 10.00-11.30
: Speaking. Di kelas ini kita dituntut untuk aktif speaking. Baik menceritakan
tentang pengalaman kita, memaparkan persentasi tentang topik-topik yang hangat
di Indonesia, atau bahkan berdebat.
ü 14.00
– 15.30 : Vocabullary and Expression. Teachernya Miss. Diah. Di kelas ini kita
akan diberikan banyak vocab dan expressi. Serta pelafalannya yang benar. Metode
Miss. Diah sangat efektif untuk kita menghafal banyak vocab.
ü 16.00
– 17.30 : Pronounciation. Teachernya Miss. Lia. Ini kelas yang TERTOP di
Marvelous. Gaya bicara kita benar-benar dipermak habis-habisan sehingga orang Sunda,
orang Jawa, orang Makasar, dll akan hilang logat nya jika sudah berbicara
bahasa Inggris. Dan di minggu terakhir kita diberikan beberapa materi mengenai
American style seperti amperican T, word connection, dll. Metode
pembelajarannya sangat disiplin, salah dikit atau kurang monyong dikit kita
pasti disuruh STAND UP !
ü 20.00
– 21.30 : Evenning Class. Miss.Aryanti . di kelas ini kita diajarkan untuk
debat, listening, dan kadang diisi dengan game.
Untuk mengisi hari
Sabtu dan Ahad kita bisa berjalan-jalan mengelilingi Pare. Ada banyak objek
wisata di sekitar Pare, seperti Candi dan Goa Surowono, Candi Termanggung,
Monumen Gumul, Alun-alun kota Pare. Biasanya Zahra dan teman-teman kelas
menyewa odong-odong (kereta) untuk berkeliling.
Bagi yang suka wisata
kuliner seperti Zahra, Pare cocok buat kalian! Di Pare khususnya Kampung
Inggris, bertebaran rumah makan dengan menu dan harga yang bervariasi. Rumah
makan favorit Zahra adalah Nyaman Cafe, menu andalannya ayam bakar + nasi
dengan porsi banyak (5.500), nasi goreng sosis (6 ribu), tempat nyaman, dan
free hotspot. Selain itu ada Cafe Klasik, tempatnya didesain seklasik mungkin
loh, menu andalannya ketan susu (4ribu). Rumah makan sisha, menu andalannya
nasgor (5rb), ayam/lele bakar+nasi (5.500). Wakapo, tempat makan prasmanan
dengan tempat nyaman yang menyajikan berbagai macam menu, Zahra pernah makan
nasi, telor, sayur sop, sosis, kerupuk (6rb). Kantin lesehan dekat jembatan
brawijaya, nasi rames (3.500), ayam bakar+nasi (5rb).. Jika kalian lagi
berhemat, tenang.... Nasi pecel atau Nasi Tumpang bisa menjadi pilihannya,
hanya 3ribu..
Mencari buku? Di sini
pula tempatnya! Ada banyak toko buku di sini diantaranya dekat Mahesa, di ujung
jl.Brawijaya, dan Jl. Anyelir dekat BEC. Buku-buku nya beragaam, ada novel, ada
booknote yang lucu-lucu, dan pastinya buku-buku tentang Bahasa Inggris, serta
bahasa yang lainnya. Harganya relatif murah, hanya memang semuanya bajakan.
Hati-hati dalam memilih buku!
Mencari oleh-oleh? Di
sini pula banyak toko oleh-oleh dan souvernir khas Pare. Makanan khas nya
adalah tahu, keripik tahu. Souvernirnya beragam, ada kaos, tas, gantungan
kunci, pin, atau mug cantik.
Kita bisa berkeliling
jalan kaki atau dengan bersepada. Ada banyak tempat penyewaan sepeda. Harga
rata-rata Rp.50.000 – Rp. 100.000 tergantung kondisi sepeda dan pintarnya kita
menawar.
Sebulan sudah Zahra di
Pare. Zahra merasa kurang, ada kekuatan magnetik yang menarik Zahra untuk
kembali ke sana. Lain waktu dan kesempatan, Insya Allah. Karena Zahra tidak hanya
merasa kemampuan bahasa Inggris bertambah, namun Zahra juga merasakan
pengalaman hidup yang lain. Yang tidak akan pernah habis dan tidak terlupakan.
Aaaah.. Pare is really
never ending story..
Mba mau tanya.. Bisa minta kontak kursus marvelous nya??? Saya cari di google dan coba menghubungi tidak ada yang bisa.. Terimakasih jika mau membantu
BalasHapus