Rabu, 14 November 2012

Pare..Pare..Pare..


            Liburan semester 4 kemarin Zahra manfaatkan untuk belajar bahasa Inggris ke Kampung Bahasa, Pare. Kampung Bahasa? Mungkin tempat tersebut masih asing didengar oleh telinga kalian. Bagaimana dengan Kampung Inggris? Saya yakin, kalian sudah pernah dengar atau bahkan mengunjunginya.
Sekilas tentang Kampung Bahasa atau lebih dikenal Kampung Inggris. Sebenarnya keduanya terletak pada desa yang sama, yaitu Tulungrejo, Pare, Jawa Timur. Hanya saja saya jauh lebih setuju menyebutnya dengan Kampung Bahasa. Kenapa? Karena ketika saya berkunjung ke sana, ternyata ada beberapa lembaga kursus selain Bahasa Inggris, seperti Bahasa Arab, Bahasa Jepang, Bahasa Korea, dsb. Hanya memang tidak sebanyak lembaga kursus Bahasa Inggris. Tiap tahunnya kampung ini didatangi murid-murid dari berbagai kota di Indonesia, apalagi jika sudah memasuki musim liburan, jumlah murid yang datang bisa dua kali lipat. Mereka yang berkunjung sudah pasti memiliki tujuan memperdalam kemampuan bahasa asingnya, notabene memilih memperdalam bahasa Inggris. Hampir semua lembaga kursus di kampung ini membuka kelas pada tanggal 10 dan 25 tiap bulannya, dengan durasi belajar beragam, ada yang 2 minggu, sebulan, atau bahkan 6 bulan (seperti BEC). Warga di sini mayoritas menggunakan bahasa Jawa, hanya lembaga kursus, murid-murid, camp lembaga kursus, dan beberapa rumah makan yang menerapkan English Area.
Zahra dan 4 teman Zahra yang lain, Lia, farhan, Ani, dan Uchi, berkunjung ke Pare pada musim liburan, kami memilih belajar pada periode 25 Juni dengan durasi belajar selama sebulan. Ini adalah rencana kami dari awal semsester 4.
Awal mulanya kami mencari informasi tentang Kampung Bahasa dari internet. Di website www.kampung-inggris.com tersaji lengkap semua informasi, mulai dari info lembaga kursus yang sudah terakreditasi dan biayanya, tempat tinggal, tentang situasi di sana, hingga melayani daftar online. Daftar online ini mempermudah kita-kita yang jauh untuk mendaftar jauh-jauh hari tanpa harus ke Pare terlebih dahulu.
Setalah diskusi yang lumayan lama, akhirnya kami mendaftar secara online dan memilih lembaga kursus Marvelous sebagai tempat kami belajar selama sebulan di sana. Sekilas tentang Marvelous, Marvelous adalah salah satu lembaga kursus bahasa Inggris yang sangat terkenal dengan American style nya. Marvelous ini fokus pada speaking. Terbagi menjadi 3 step. Step 1 berdurasi sebulan, selama sebulan kita akan diberikan materi dasar berupa grammar untuk speaking, kita akan berlatih bicara di depan umum di kelas speaking, kita akan diberikan beberapa vocab, expression, dan idiom, serta gaya bahasa Inggris kita akan dipermak supaya benar di kelas Pronounciation. Pada step ini kita masih netral dan belum dibimbing 100 % ke American style. Jika kita lulus, kita bisa melanjutkan study ke step 2 dan step 3 ( maestro) dan pastinya sudah dibimbing 100 % menguasai bahasa Inggris dengan American style. Marvelous memiliki banyak camp, pria dan wanita, dan semuanya English Area. Jika kita berbicara menggunakan bahasa lain selain bahasa Inggris dan bahasa isyarat, kita akan mendapatkan hukuman berupa hapalan beberapa vocab dan harus diuji oleh3 tutor yang berbeda. Namun, jika sudah 3 kali mendapatkan hukuman, kita akan di DO dari kelas dan camp. Artinya dipulangkan secara tidak hormat ! Untuk biaya Zahra mengeluarkan uang sebesar Rp.600.000 (biaya kursus dan biaya camp).
Kembali ke cerita...
Setelah urusan daftar online kelar, kami mengurus transportasi menuju ke Pare. Ada berbagai pilihan transportasi, Bus AC yang berhenti tepat di terminal Kediri, Kereta Api dengan semua kelas yang berhenti di stasiun Kediri atau Jombang, atau pesawat terbang yang mendarat di Bandara Juanda Surabaya. Karena kami berlima dan kantong mahasiswa, kami memilih kereta api kelas Ekonomi untuk menuju ke sana. Seminggu sebelum tanggal pemberangkatan, Ani dan Farhan pergi ke stasiun Kiara Condong untuk memesan tiket. Sayang sekali... kami kehabisan tiket tujuan stasiun Kediri pemberangkatan tanggal 23/24 Juli. Alternatif lain kami memesan tiket Kereta Api Pasundan tujuan Surabaya, namun kami akan berhenti di stasiun Jombang. Karena beberapa hal, kami terbagi 2 rombongan pemberangkatan. Ani, Uchi, dan ditemani Dan berangkat pada tanggal 23 Juli 2012, Zahra Lia dan Farhan berangkat tanggal 24 Juli 2012.
Singkat cerita tanggal 24 Juli pun tiba. Selepas shalat subuh, Zahra, Farhan, Lia berangkat ke stasiun Kiara Condong diantar pamannya Farhan. Sehari sebelumnya Ani dan uchi sudah berangkat terlebih dahulu. Tepat pukul 06.10 WIB kereta berangkat dari Bandung dan sekitar pukul 22.00 kereta tiba di stasiun Jombang. Ya, 16 jam perjalan duduk manis, bertemu dengan para penjual makanan dan benda-benda unik, dari pagi hingga petang. Namun, perjalanan kami belum selesai, kami harus melanjutkan perjalanan ke Pare Kediri. Jika hari masih terang atau maksimal jam 8 malam, ada bus Puspa Indah dan Harapan Jaya yang dapat mengantar kita tepat sampai perempatan desa tulung rejo, lalu ada tukang becak yang siap mengantar hingga ke lembaga kursus yang kita tuju. Jika sudah malam, satu-satunya transportasi yang siap mengantar ke kampung bahasa hanyalah becak motor. Stasiun Jombang-Kampung Bahasa dapat ditempuh 1 jam. Subhanallah.. perjalanan pada malam itu tidak bisa Zahra lupakan, suasana desanya tenang, hanya beberapa mobil dan motor yang lewat, masih ada sawah di kanan kiri, dan yang pasti dinginnya angin malam yang sangat menusuk tulang.
Becak motor itu mengantar kami ke office Marvelous. Beruntung, malam itu masih ada tutor yang lembur di sana. Karena sudah larut malam, kami diantar oleh tutor tersebut ke camp sementara. Saking lelahnya, Zahra dan Lia langsung tidur nyenyak.
Esoknya, pagi-pagi sekali kami kembali ke office mengurusi administrasi serta pembagian camp dan kelas. Farhan mendapatkan camp 16, serta Zahra dan Lia mendapatkan camp 9. Subhanallah ternyata Zahra dan Lia satu camp dengan Ani dan Uchi. Dan kami berlima ditakdirkan untuk satu kelas di kelas A. Hahaha. :D
Untuk fasilitas camp, awal mulanya Zahra, dan teman-teman camp yang lain keberatan. Malah sempat berpikir untuk pindah ke kostan biasa. Namun, seiring berjalannya waktu alhamdulillah fasilitas di camp 9 diperbaiki dan ditambah, dan kami masih bertahan dengan kesederhanaan yang benar-benar sederhana selama sebulan. Camp 9 memiliki jadwal piket dan jadwal mandi. Kita hanya mandi sekali sehari :D.. dan di camp kami dilarang berbicara menggunkan Bahasa Indonesia, kecuali sedang menelepon/menerima telepon seseorang. Miss.Rose, tutor Camp 9 akan mengawasi kami.
Zahra tercatat sebagai salah satu murid kelas A. Sekilas tentang Marvelous kelas A. Kami dari berbagai daerah, berbagai suku, berbeda usia, dan berbeda watak. Namun di sini lah Zahra menemukan keluarga baru, keluarga kecil yang dengan durasi pertemuan yang singkat namun menorehkan kenangan yang yang tidak terlupakan.
Kegiatan Zahra selama bulan tentu banyak sekali. Yang utama jelas belajar dari selepas subuh-jam 10 malam. Kegiatan belajar, untuk kelas A semuanya dilakukan di camp 16. Hari Sabtu dan Ahad libur, dan Zahra selalu manfaatkan untuk refreshing bersama teman-teman kelas dan camp.
Detail kegiatannya, Zahra uraikan berikut ini :
ü  Subuh : Shalat subuh berjamaah
ü  05. 30 – 07.00 : Morning Brainwash. Teacher nya Miss. Aryanti. Di kelas ini kita akan diberikan beberapa idiom, dan materi dasar mengenai word connection, American T, dll.
ü  07.00 – 08.30 : Grammar for speaking. Teachernya Miss. Rose. Di kelas ini kita akan diberikan materi dan trik trik memahami grammar dengan mudah.
ü  10.00-11.30 : Speaking. Di kelas ini kita dituntut untuk aktif speaking. Baik menceritakan tentang pengalaman kita, memaparkan persentasi tentang topik-topik yang hangat di Indonesia, atau bahkan berdebat.
ü  14.00 – 15.30 : Vocabullary and Expression. Teachernya Miss. Diah. Di kelas ini kita akan diberikan banyak vocab dan expressi. Serta pelafalannya yang benar. Metode Miss. Diah sangat efektif untuk kita menghafal banyak vocab.
ü  16.00 – 17.30 : Pronounciation. Teachernya Miss. Lia. Ini kelas yang TERTOP di Marvelous. Gaya bicara kita benar-benar dipermak habis-habisan sehingga orang Sunda, orang Jawa, orang Makasar, dll akan hilang logat nya jika sudah berbicara bahasa Inggris. Dan di minggu terakhir kita diberikan beberapa materi mengenai American style seperti amperican T, word connection, dll. Metode pembelajarannya sangat disiplin, salah dikit atau kurang monyong dikit kita pasti disuruh STAND UP !
ü  20.00 – 21.30 : Evenning Class. Miss.Aryanti . di kelas ini kita diajarkan untuk debat, listening, dan kadang diisi dengan game.
Untuk mengisi hari Sabtu dan Ahad kita bisa berjalan-jalan mengelilingi Pare. Ada banyak objek wisata di sekitar Pare, seperti Candi dan Goa Surowono, Candi Termanggung, Monumen Gumul, Alun-alun kota Pare. Biasanya Zahra dan teman-teman kelas menyewa odong-odong (kereta) untuk berkeliling.
Bagi yang suka wisata kuliner seperti Zahra, Pare cocok buat kalian! Di Pare khususnya Kampung Inggris, bertebaran rumah makan dengan menu dan harga yang bervariasi. Rumah makan favorit Zahra adalah Nyaman Cafe, menu andalannya ayam bakar + nasi dengan porsi banyak (5.500), nasi goreng sosis (6 ribu), tempat nyaman, dan free hotspot. Selain itu ada Cafe Klasik, tempatnya didesain seklasik mungkin loh, menu andalannya ketan susu (4ribu). Rumah makan sisha, menu andalannya nasgor (5rb), ayam/lele bakar+nasi (5.500). Wakapo, tempat makan prasmanan dengan tempat nyaman yang menyajikan berbagai macam menu, Zahra pernah makan nasi, telor, sayur sop, sosis, kerupuk (6rb). Kantin lesehan dekat jembatan brawijaya, nasi rames (3.500), ayam bakar+nasi (5rb).. Jika kalian lagi berhemat, tenang.... Nasi pecel atau Nasi Tumpang bisa menjadi pilihannya, hanya 3ribu..
Mencari buku? Di sini pula tempatnya! Ada banyak toko buku di sini diantaranya dekat Mahesa, di ujung jl.Brawijaya, dan Jl. Anyelir dekat BEC. Buku-buku nya beragaam, ada novel, ada booknote yang lucu-lucu, dan pastinya buku-buku tentang Bahasa Inggris, serta bahasa yang lainnya. Harganya relatif murah, hanya memang semuanya bajakan. Hati-hati dalam memilih buku!
Mencari oleh-oleh? Di sini pula banyak toko oleh-oleh dan souvernir khas Pare. Makanan khas nya adalah tahu, keripik tahu. Souvernirnya beragam, ada kaos, tas, gantungan kunci, pin, atau mug cantik.
Kita bisa berkeliling jalan kaki atau dengan bersepada. Ada banyak tempat penyewaan sepeda. Harga rata-rata Rp.50.000 – Rp. 100.000 tergantung kondisi sepeda dan pintarnya kita menawar.
Sebulan sudah Zahra di Pare. Zahra merasa kurang, ada kekuatan magnetik yang menarik Zahra untuk kembali ke sana. Lain waktu dan kesempatan, Insya Allah. Karena Zahra tidak hanya merasa kemampuan bahasa Inggris bertambah, namun Zahra juga merasakan pengalaman hidup yang lain. Yang tidak akan pernah habis dan tidak terlupakan.

Aaaah.. Pare is really never ending story..











1 komentar:

  1. Mba mau tanya.. Bisa minta kontak kursus marvelous nya??? Saya cari di google dan coba menghubungi tidak ada yang bisa.. Terimakasih jika mau membantu

    BalasHapus