Neduh di mushola kawah putih karena hujan yang udah sejam belum reda juga.
Ashar pun tiba, Syafiq shalat dan saya nunggu di depan musholanya.
sambil nunggu syafiq shalat, di depan tempat Za neduh. ada dua orang penjual siomay. keliatannya akrab, akrab banget. tapi saya yakin gak ada ikatan saudara, karena tampang mereka sangat jauh berbeda.
Kelar shalat, satu orang penjual siomay itu sibuk menjajakan jajanannya.
"siomay neng..siomay a.. anget-anget ayo dibeli.."
sedangkan yang satunya cuma diam sok gaya, seakan yakin tanpa dipromosikan, siomaynya akan laku dibeli para jamaah shalat ashar.
Jamaah shalat ashar keluar dari mushola. Karena masih hujan, mereka butuh sesuatu yang hangat. Siomay pilihannya ! yang mereka pilih adalah tukang siomay yang daritadi sibuk teriak-teriak menjualkan siomaynya dan gak ada yang milih beli di tukang siomay yang daritadi diam aja. Tukang siomay yang banyak diburu para pembeli, sesekali mengucapkan syukur atas rezekinya kali ini. Dan tukang siomay yang satunya, melirik iri dan sesekali mengumpat. Pemandangan yang bertolak belakang dari kejadian pertama yg Za lihat.
pelajaran yang dapat Za ambil dari kejadian ini, "KOMUNIKASI dan KERJA KERAS"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar