Selasa, 03 Januari 2012

Hafalan Shalat Delisa

Seminggu yang lalu Za kepengen banget nonton film "Hafalan Shalat Delisa".

Za waktu SMA udah pernah baca novelnya. Udah tau alur ceritanya. Bikin meringis, bikin tegang, bikin nangis. Pokoknya ngena banget ke hati.
Makanya pas tau novelnya dijadiin film, Za ngotot banget buat nonton filmnya di BIOSKOP !
Tapi sayang, momen nya gak pas. Film nya terbit pas wayahnya stres karena UAS. Temen-temen kampus jadi susah diajakin nonton. Za jadi uring-uringan. 

Untungnya hari Senin kemarin neng Wina sms. Ngajak nonton film Hafalan Shalat Delisa. Neng juga sama, dari dulu kepengen nonton. Tapi bingung ngajak siapa, temen-temen dekat di kampusnya kebanyakan beragama non Islam. 
Oke, karena kesamaan nasib kita putuskan untuk nonton berdua di 21 Jatos hari itu juga.
Senaaaaaangnyaaaa :D

Ba'da Dzuhur kita sampai di Jatos. Langsung capcus ke 21 di lantai atas. Ngantri sebentar, milih tempat kursi, ngasih uang ke petugas tiketnya. Dan tiket udah di tangan :)

Setengah 3 kurang kita udah stand by di Teater 1 21 Jatos.
Teater 1 saat itu penuuuuuh banget. Banyak juga yang nonton Hafalan Shalat Delisa.
Ada yang sama temen nya, ada yang sama pacarnya, ada juga yang sekeluarga.
Film ini emang mencakup semua umur. Apalagi mendidik. So, wajar Za rasa, orang tua banyak yang ngeboyong anak-anaknya buat nonton.

Tepat setengah 3 film pun mulai diputar.
Settingnya di Lhoknga, NAD. Indah banget pemandangannya. Bikin kepengen ke sana.

Film ini mengisahkan tentang seorang gadis kecil berusia 6 tahun bernama Delisa. Delisa mendapat tugas untuk menghafal bacaan shalat secara sempurna, yang nantinya pada tanggal 26 Desemeber 2004 akan disetorkan ke Ustad Rahman, gurunya. Tiap hari Delisa menghafal. Dia bertekad untuk lulus ujian hafalan shalat, karena Umi akan menghadiahkannya kalung emang berliontin D yang artinya untuk Delisa, dan Abi akan menghadiahkannya sepeda.

26 Desemeber 2004.

Delisa ditemani Umi mengikuti ujian hafalan shalat. Ketika Delisa ujian, gempa 8,4 SR mengguncang Aceh. Namun Delisa tetap khusyuk. Beberapa menit kemudian tsunami datang dan menyapu tubuh Delisa yang masih khusuk membaca bacaan shalat. Shalat Delisa belum sempurna.

Delisa masih hidup. Dia pingsan selama 6 hari. Di dalam pingsannya ia melihat Umi, dan ketiga kakanya pergi meninggalkannya. Delisa ditolong oleh prajurit Smith. Sayang, kaki Delisa harus diamputasi sebelah. Delisa siuman, dan ia bertemu dengan Abi, satu-satuny keluarga yang tersisa. Abi bekerja sebagai pelaut, ketika mendapat kabar Aceh ditimpa tsunami Abi langsung pulang ke kampung halamannya.

Jasad ketiga kaka Delisa sudah ditemukan dan dikuburkan. Namun, Umi belum ada kabar. Delisa dan Abi tetap mencari.

Sampe suatu hari, setelah 3 bulan dari bencana tsunami tersebut.
Delisa bermimpi bertemu Umi. Umi memberikan semangat kepada Delisa untuk segera menyempurnakan hafalan shalatnya dengan ikhlas tanpa iming-iming hadiah Kalung berliontin D dan sepeda dari Abi.
Delisa kembali mengikuti ujian hafalan shalatnya. Delisa ikhlas menyempurnakan bacaannya karena Allah. Delisa dimudahkan, dan lulus ujian. Saat itu pula Delisa menemukan jasad Umi nya dengan kalung berliontin D di dalam genggamannya. Air mata Delisa jatuh tak tertahankan.

Asliiiiii...
Ini film nyentuh ke hati Za.

Nonton film ini buat Za jadi ingat seseorang. Seseorang yang sudah 4 tahun meninggalkan Za, ayah, dan kedua adek ZA. Seseorang yang selama ini masih tetap Za rindukan walau sosoknya sudah tiada.

IBU..

Iya Ibu.. Za inget Ibu.
Tiap adegan di film itu yang menyangkut ibu, air mata Za gak bisa dibendung. Walau sesekali Za hapus, tetap air mata itu tetap jatuh.

Ada kalimat yang berkesan dari film tersebut.

"Delisa sudah ikhlas bi. Tapi Delisa rindu Umi"

Za ubah beberapa kata dari kalimat tersebut. Kalimat yang bikin Za sedikit tenang kalo ingat sosok seorang Ibu.

"Teteh ikhlas yah. Tapi teteh rindu Ibu"

*****

Singkat cerita, filmnya kelar. Za dan Neng langsung pulang ke kostan :)

Thanks for my best friend, Wina Dwi Apriliyani, yang sudah nemenin Za nonton Hafalan Shalat Delisa.

Za udah gak penasaran. Udah gak uring-uringan lagi :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar